Status

Pindah ke Artikel

Filter Inspirasi

Inspirasi Desain

Ruang Keluarga
Ruang Tamu
Dapur
Ruang Makan
Kamar
Kamar Mandi & Service Area
Carport
Taman

Inspirasi Konstruksi

Desain Arsitektur
Proses Konstruksi
Pembiyaan
Material Bangun

Ruang Keluarga

Rumah & Keluarga
Aktivitas Keluarga
Keluarga & Budaya
Kreasi Keluarga
Reset

Master Ali

10 Jun 2020

Ruang Keluarga - Aktivitas Keluarga

Tips Mengendalikan Emosi Anak





Emosi adalah anugerah dari Tuhan yang diberikan kepada manusia. Karena memiliki emosi, kita bisa merasakan perasaan senang, susah, takut maupun berani. Emosi pada manusia sudah dimiliki bahkan sejak baru lahir.

Bagi orang tua, sangat penting untuk memperhatikan perkembangan emosi anak. Dengan memperhatikan, kita akan jauh lebih mengenali anak kita sendiri. Mengenali emosi anak juga akan membantu orang tua lebih mudah dalam menjalankan pendidikan di keluarga. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengendalikan emosi anak.

Usia 1-12 Bulan

Sejalan dengan perkembangan otaknya, seorang bayi akan mulai mengeluarkan emosi alami dari dalam dirinya. Emosi yang dikeluarkan dipengaruhi oleh setidaknya tiga hal antara lain pelukan, makanan, dan sentuhan. Dengan merasakan sentuhan dari orang-orang terdekatnya, bayi akan merasa tenang dan nyaman.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membuat bayi menjadi nyaman, semisal dengan memberikan stimulus berupa musik. Hal tersebut dapat mengurangi rasa stres pada bayi, sehingga bayi bisa tenang dan tidak rewel. Hal paling penting lainnya adalah perhatian dari orang-orang terdekatnya, sebab jika tak bersama dengan orang terdekatnya, biasanya bayi akan menangis.

Emosi Anak Balita

Pada usia balita, anak akan sangat mengidolakan orang tuanya. Hal ini memerlukan treatment khusus agar anak mampu mengenali emosinya sendiri serta cara mengungkapkan emosi. Peran orang tua dalam memahami anak sangat vital di sini.

Orang tua dapat menanyakan hal yang membuat anak menjadi sedih atau senang, sehingga akan terbangun kedekatan hubungan antara anak dengan orang tua. Bersikap keras dan otoriter adalah hal yang sangat tidak dianjurkan. Jika orang tua bersikap keras, maka anak hanya akan menurut karena takut, bukan karena menghargai.

Tentukan standar dan batasan tentang perilaku anak yang sebaiknya diberikan tindakan tegas atau normal. Jangan sampai kita marah dan berteriak hanya gara-gara permasalahan sepele.

Jika kita ingin mengendalikan emosi anak usia balita, hal terpenting lainnya bagi orang tua adalah mengendalikan emosinya sendiri terlebih dahulu. Apabila sedang banyak masalah atau stres, jangan sampai kita melampiaskannya pada anak-anak. Sebab hal itu akan menghancurkan kedekatan dengan buah hati yang telah dibangun.

Di Atas Lima Tahun

Pada usia ini, emosi seorang anak sudah dipengaruhi oleh lingkungan, media, maupun pemikirannya sendiri. Anak juga sudah bisa merasakan iri, marah, maupun benci terhadap seseorang. Sangat penting untuk menunjukkan mana hal yang boleh dan tak boleh dilakukan kepada si buah hati. Hal ini akan mempengaruhi tindakannya di masa depan.

Di usia ini pula anak sudah bisa meminta maaf jika melakukan kesalahan, atau berterima kasih jika ia diberi bantuan. Penting untuk menanamkan dua kata tersebut, sebab maaf dan terima kasih adalah kata-kata simpel dengan efek yang luar biasa, serta masih akan dibawa hingga dewasa kelak.

Satu hal yang juga harus diajarkan kepada anak adalah kegagalan. Jangan memberikan semua yang diinginkan oleh si buah hati, sebab –selain membuatnya manja, ini akan membuat seorang anak memiliki ketergantungan yang besar terhadap orang tua. Jika anak sedang merasakan kegagalan, biarlah ia belajar mengatasinya sendiri. Hal ini akan berdampak pada kemandirian anak di masa depan.

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan jika kita ingin mengendalikan emosi anak. Jika hal tersebut diterapkan, maka anak akan lebih bisa mengenali dirinya sendiri dan memiliki emosi yang baik.

Artikel terkait

Filter Artikel

Inspirasi Desain

Ruang Keluarga
Ruang Tamu
Dapur
Ruang Makan
Kamar
Kamar Mandi & Service Area
Carport
Taman

Inspirasi Konstruksi

Desain Arsitektur
Proses Konstruksi
Pembiyaan
Material Bangun

Ruang Keluarga

Rumah & Keluarga
Aktivitas Keluarga
Keluarga & Budaya
Kreasi Keluarga
Reset
Link disalin