Status

Pindah ke Artikel

Filter Inspirasi

Inspirasi Desain

Ruang Keluarga
Ruang Tamu
Dapur
Ruang Makan
Kamar
Kamar Mandi & Service Area
Carport
Taman

Inspirasi Konstruksi

Desain Arsitektur
Proses Konstruksi
Pembiyaan
Material Bangun

Ruang Keluarga

Rumah & Keluarga
Aktivitas Keluarga
Keluarga & Budaya
Kreasi Keluarga
Reset

Master Ali

07 Jun 2020

Inspirasi Konstruksi - Pembiyaan

Ingin Memiliki Rumah, Ketahui Cara Menghitung Biaya KPR



lifepal.co.id



Ada berbagai cara untuk memiliki rumah. Selain membangun sendiri dari nol, alternatif lain adalah membeli rumah baik dalam bentuk kontan maupun kredit melalui Kredit Perumahan Rakyat. Tentu saja semua pilihan-pilihan tersebut ada untung ruginya, bahkan termasuk KPR sekalipun. KPR merupakan salah satu solusi pembiayaan rumah yang paling lazim dipilih masyarakat.

Sebelum mengajukan Kredit Perumahan Rakyat (KPR), ada baiknya Anda mengetahui cara menghitung biaya KPR yang bisa dilakukan secara online maupun manual. Memang banyak situs bank menyediakan layanan simulasi KPR, namun tidak ada salahnya jika Anda menghitung sendiri secara manual biaya KPR Anda.

Butuh perencanaan matang untuk bisa memiliki rumah idaman. Selain mengetahui cara menghitung biaya KPR, Anda juga harus merencanakan pengeluaran lain di masa mendatang. Pastikan memiliki pemasukan tetap agar neraca ekonomi keluarga Anda tetap sehat. 

Biaya Awal Pengajuan 

Nah, bila persiapan sudah matang, maka tibalah saat Anda mempraktikkan cara menghitung biaya KPR. Sebelum masuk ke rumus penghitungan, Anda perlu mengetahui skema KPR yang akan Anda ajukan.  Perlu diketahui, Anda perlu mempersiapkan uang untuk dibayarkan di awal pengajuan KPR. Nominalnya bisa berbeda-beda, tergantung kebijakan platform yang Anda pilih dalam KPR Anda. Akan tetapi, secara umum, ada beberapa biaya yang harus dipersiapkan di awal pengajuan KPR, yaitu uang muka, biaya provisi, BPHTB, PNBP, dan BBN.

Uang Muka

Biaya ini sering disebut tanda jadi pengajuan kredit. Besaran uang muka didapat berdasarkan pengurangan dari harga jual rumah, dalam persentase tertentu. Berdasarkan peraturan Bank Indonesia, uang muka untuk pembelian rumah tapak berkisar 15% dari nilai rumah. 

Jadi, misalnya nilai rumah yang akan dibeli adalah Rp500.000.000, maka:
Uang muka= 15% x Harga Jual Rumah
= 15% x 500.000.000
= Rp75.000.000

Nah, bila sudah mendapatkan nominal uang muka, maka sekarang bisa dihitung biaya pokok KPR. Biaya pokok KPR didapatkan dari penghitungan berikut:
Biaya Pokok KPR= Harga Jual Rumah – Uang muka
= 500.000.000 – 75.000.000
= Rp425.000.000

Biaya Provisi

Biaya ini merupakan tanda balas jasa Anda terhadap debitur. Biaya provisi diambil dari persentase tertentu biaya pokok KPR. Provisi dibayarkan di awal pengajuan, dan dibayarkan bersamaan dengan uang muka.  Besaran biaya provisi antar-pemberi pinjaman berbeda, sesuai dengan kebijakan masing-masing. Akan tetapi, idealnya biaya provisi KPR adalah 1% dari biaya pokok KPR. 
Sehingga perhitungannya:

Biaya Provisi= 1% x Biaya Pokok KPR
= 1% x 425.000.000
= Rp4.250.000

Pajak Pembeli (BPHTB)

Saat melakukan transaksi jual-beli rumah, baik penjual maupun pembeli akan dikenai BPHTB. BPHTB merupakan singkatan dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Pembeli dalam segala transaksi jual-beli tanah akan dikenai pajak ini, termasuk dalam pengajuan KPR. 

Sebelum menghitung BPHTB, Anda perlu mencari tahu besaran Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP) di daerah Anda. Besaran NJOPTKP ini telah ditetapkan, dan nominalnya berbeda-beda antara satu daerah dengan yang lain. Misalnya di daerah Bogor, nominal NJOPTKP yang ditetapkan adalah Rp60.000.000.

Maka, rumus untuk menentukan BPHTB adalah sebagai berikut:
BPHTB= 5% x (Harga jual rumah – NJOPTKP)
= 5% x (500.000.000 – 60.000.000)
= Rp22.000.000

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

Selain pajak pembeli, Anda juga harus menyetor dana PNBP sebelum KPR disetujui. PNBP merupakan biaya yang dibayarkan kepada negara bersamaan dengan Biaya Balik Nama (BBN). 

Pada simulasi ini, ada tambahan variabel yaitu sebesar Rp50.000.  Rumus dalam menentukan PNBP adalah sebagai berikut:
PNBP= (1/1000 x Harga Jual Rumah) + 50.000
= (1/1000 x 500.000.000) + 50.000
= Rp550.000

Biaya Balik Nama (BBN)

Jika Anda melakukan proses transaksi rumah milik orang lain, maka Anda perlu melakukan proses balik nama. Sayangnya, proses ini memerlukan biaya. Pada BBN, diberlakukan variabel tambahan sebesar Rp500.000.

Variabel ini digunakan dalam perhitungan dan bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung kebijakan pemerintah. Untuk mengetahui berapa biaya balik nama yang perlu Anda siapkan, berikut simulasinya.

Nilai BBN= (1% x Harga Jual Rumah) + 500.000
= (1% x 500.000.000) + 500.000
= Rp5.500.000

Setelah melakukan penghitungan yang cukup panjang, tiba saatnya Anda mengakumulasi biaya yang harus dibayarkan di awal pengajuan KPR. Besarannya dapat dihitung dengan menjumlahkan hasil penghitungan yang telah Anda lakukan, yaitu sebagai berikut.

Biaya awal yang harus disiapkan:
Uang muka=75.000.000
Biaya Provisi=4.250.000
BPHTB=22.000.000
PNBP=550.000
BBN=5.500.000
________________________ +
Rp107.300.000

Jadi, sebelum Anda berniat mengajukan KPR untuk rumah senilai Rp 500 juta, Anda harus menyiapkan uang senilai Rp107.300.000. Namun, biaya ini belum termasuk biaya untuk menyewa jasa notaris. Sedangkan jasa notaris sangat dibutuhkan dalam perkara jual-beli bangunan. 

Cicilan KPR

Setelah menghitung biaya pengajuan KPR, maka Anda telah siap untuk mengetahui cara menghitung biaya KPR. Namun sebelum itu, Anda harus memahami bahwa bank akan membebankan bunga kepada Anda sebagai peminjam. Oleh karena itu, Anda harus cermat melihat bagaimana biaya bunga dan cicilan untuk KPR. Jangan sampai salah perhitungan dalam menentukan bunga bank mana yang akan dipilih.

Misalnya, untuk simulasi, kita akan menghitung biaya cicilan KPR Anda dengan ketentuan bunga flat 12% pertahun, dan tenor pembayaran 10 tahun. Berikut simulasinya.

Cicilan bulanan= ( (Pokok Kredit x Bunga perbulan))/([1-(1+ Bunga perbulan)^(- jumlah bulan Tenor)])
= ( (Rp425.000.000×1%) )/([1-(1+1%)^(-120)])
= Rp6.097.515

Jadi, jumlah cicilan bulanan yang harus Anda bayar adalah Rp6.097.515 selama 10 tahun. Pastikan keadaan ekonomi Anda sehat agar pembayaran kredit Anda tidak macet. Sehingga, Anda tidak perlu berurusan dengan debt collector.

Artikel terkait

Filter Artikel

Inspirasi Desain

Ruang Keluarga
Ruang Tamu
Dapur
Ruang Makan
Kamar
Kamar Mandi & Service Area
Carport
Taman

Inspirasi Konstruksi

Desain Arsitektur
Proses Konstruksi
Pembiyaan
Material Bangun

Ruang Keluarga

Rumah & Keluarga
Aktivitas Keluarga
Keluarga & Budaya
Kreasi Keluarga
Reset
Link disalin